MUNGKIN flu burung sekarang hampir menjadi `mantan', tidak didengar lagi kabar hebohnya. Masyarakat sudah tenang dan tidak takut lagi makan ayam. Media-media massa tidak lagi mengabarkan perkembangannya secara bergelora macam semangat mahasiswa menuntut mundurnya Soeharto pada Reformasi 1998.
Namun apakah flu burung sudah benar-benar menjadi `mantan'? Tidak juga, sebab sampai saat ini penelitian tentang keberadaannya masih dilakukan. Berbagai upaya penanggulangan dan penanganan vaksinasi, produksi vaksin, peningkatan biosecurity, peredaran dan bisnis vaksin dan obat-obatan pendukung, semua masih dilakukan, bahkan sistem penanggulangan Avian Influenza atau AI atau Flu Burung ini menjadi bagian integral dalam sistem kesehatan hewan baik di peternakan, daerah, nasional, bahkan internasional.
Kepedulian yang terus menerus dilakukan laksana `pernikahan mantan', mantan berita menghebohkan yang kini tak lagi. Mantan peristiwa-peristiwa menakutkan yang tak lagi. Mantan carut marut dan konflik yang tidak lagi. Pernikanan mantan adalah pernikahan dalam tatanan baru.
Namun, kita tak ingin terjebak pada retorika Orde Baru yang mengaku sebagai tatanan perikehidupan masyarakat berbangsa dan bernegara berlandaskan pelaksanaan Pancasila dan UUD 1945 secara murni dan konsekuen hanya untuk melegalkan dan melanggengkan kekuasaan setidak selama 32 tahun, yang ternyata sampai kini masih berlanjut karena tidak dibasmi seakar-akarnya seperti yang dilakukan Soeharto dalam membasmi PKI seakar-akarnya tanpa sisa sama sekali bahkan 'akar nafas' sekali pun.
Dalam konteks flu burung, semua peristiwa gempar di media dan masyarakat bukanlah hal yang ingin kita langgengkan. Namun demikian juga ketika semua kelihatan tenang, bukan berarti dalam sistem pemerintahan, pengusaha dan lain-lain terkait flu burung kita akan
melanggengkan konspirasi-konspirasi di dalamnya.
Contoh aktual, kita tak ingin kasus korupsi pengadaan Rapid Test Virus AI di departemen
terjadi lagi, apalagi bila dana yang ditilep sehingga menggagalkan penerapan Rapid Test adalah untuk penetingan partai yang wakilnya ada di pemerintahan.
Yonathan Rahardjo
yonathanrahardjo@gmail.com
Minggu, 30 November 2008
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Pengikut
Mengenai Saya
- Suara Kita Merdeka
- Jakarta, DKI, Indonesia
- Blog ini untuk mereka yang BERPIKIR BERSIKAP BERSUARA MERDEKA

Tidak ada komentar:
Posting Komentar