Jumat, 28 November 2008

Sekolah Alternatif, Kembali ke Alam

KUALITAS pendidikan tidak selalu berjalan linier dengan fasilitas yang memadai. Sekolah alam buktinya. Pendidikan bermutu bisa didapat dari alam. Alam adalah sumber pengetahuan yang luas dan berlimpah. Beberapa penemu terkenal di dunia mampu menghasilkan karya-karya fenomenal lantaran memanfaatkan alam. Lihat saja Isaac Newton yang berhasil menemukan ide tentang teori gravitasi hanya karena duduk di bawah pohon apel yang buahnya terjatuh di dekatnya.
Berkaca pada hal tersebut, kini banyak sekolah mempunyai konsep kembali ke alam dan memanfaatkan alam sebagai bagian dari metode pembelajaran. Begitu memasuki sekolah alam, jangan heran karena Anda tidak akan menemukan bangunan permanen layaknya gedung sekolah pada umumnya. 
Sebagai gantinya, berbagai ruangan yang ada seperti ruang guru dan ruang kepala sekolah hanya menempati rumah kayu. Tidak ada bangku atau meja di ruangan-ruangan tersebut. Ruang kelasnya juga tak kalah natural. Alih-alih belajar di ruang berdinding dan berkaca, para murid malah semakin menyatu dengan alam dalam saung yang berfungsi sebagai kelas. 
Sama dengan ruangan lain, di kelas juga tidak ada bangku dan meja. Semua serba lesehan. Untuk keperluan menulis, setiap anak memiliki meja lipat sendiri. Perpustakaan juga sama. Di sini, berbagai buku disusun dengan rapi di rak atau lemari kaca. Para siswa yang ingin membaca buku di perpustakaan harus melepas alas kaki dan duduk dengan manis di sehelai tikar rotan.
Sekolah alam bukan hanya mencoba mengajak murid lebih dekat dengan alam. Lebih dari itu, sekolah yang turut mensukseskan program wajib belajar sembilan tahun ini berusaha memanfaatkan alam sebagai media murah untuk mentransfer ilmu kepada para murid secara optimal. Alam memberi banyak inspirasi dan mengajak berpikir realistis. Mereka percaya, semakin dekat anak dengan alam, ia akan tumbuh menjadi seorang yang bijaksana. Di sekolah ini, mereka menggunakan alam sebagai fasilitas belajar.
Selama ini, orang sering salah kaprah dalam memaknai kualitas pendidikan. Banyak orang menganggap kualitas pendidikan berjalan linier dengan fasilitas yang memadai. Padahal, pendapat tersebut tidak selamanya benar. 

Rosi Sugiarto
rosi.sugiarto@pajak.go.id

Tidak ada komentar:

Pengikut

Mengenai Saya

Jakarta, DKI, Indonesia
Blog ini untuk mereka yang BERPIKIR BERSIKAP BERSUARA MERDEKA
Powered By Blogger

Tim Merdeka