Selasa, 16 Desember 2008

Selamat dan Keselamatan

TIDAK terasa hari Natal semakin dekat; rasanya masih belum lama saya menulis tentang Liburan Natal pada Desember tahun lalu. Maka sebelum terbenam pada kegiatan-kegiatan di akhir tahun ini, saya ingin mengucapkan 'Merry Christmas 2008 and Happy New Year 2009', yang dalam bahasa Indonesia diterjemahkan dengan 'Selamat Hari Natal dan Selamat Tahun Baru'.
Dalam bahasa Inggris, 'Merry', 'Happy' atau 'Good' disebut sebagai greeting, suatu ucapan sapaan yang mengandung harapan. Mereka mengucapkan 'Merry Christmas', Christmas yang Ceria/Gemerlap, karena mereka mendambakan musim dingin di bulan Desember yang memberi warna kelabu yang suram segera berganti dengan cuaca yang terang yang gemerlap.
'Happy New Year', Tahun Baru yang berbahagia, untuk mengungkapkan harapan mereka akan kehidupan yang lebih baik, jauh dari kesusahan selama musim dingin. 'Good morning', karena mereka mengharapkan cuaca pagi yang baik. Kehidupan orang Inggris tampaknya selalu dihantui oleh keadaan musim atau cuaca yang buruk. Lain lagi dengan orang Arab, mereka mengucapkan 'Assalamualaikum' , damai bagimu, sebagai harapan tidak terjadi pertikaian/peperangan seperti yang sering terjadi saat itu. 
Sedangkan sapaan yang kita kenal dalam bahasa Indonesia adalah 'Selamat'. Selamat Natal, Selamat Tahun Baru, Selamat Ulang Tahun, Selamat Tinggal, Selamat Jalan dll, semua memakai kata 'selamat'. Karena dahulu (konon kabarnya) melakukan suatu perjalanan di Nusantara selalu dipenuhi dengan ancaman bahaya diserang oleh binatang buas, maka kita sangat mendambakan perjalanan kita dapat dilalui dengan selamat.
Selamat dan keselamatan telah menjadi perhatian (concern) kita sejak zaman dahulu. Maka agak aneh kalau sekarang kita mulai mengabaikan unsur keselamatan. Apakah kita merasa saat ini, di lingkungan kita, tidak ada lagi harimau atau buaya sehingga kita merasa aman sepanjang perjalanan kita?
Mana ada banteng atau badak yang dapat menyeruduk kita dalam perjalanan kita dari rumah ke kantor? Mungkin dekat halte Rangunan masih banyak binatang buas, tetapi mereka bukan ancaman karena terkurung dalam kandang mereka di kebun binatang 
Rangunan. Seolah ancaman keselamatan tidak ada lagi, karena telah dikurung oleh teknologi yang canggih dan yang mutakhir.
Tapi ancaman bahaya pada hakekatnya masih ada; dan ia ada di mana- mana. Mereka seolah-olah di bawah kendali kita, tapi sebenarnya mereka sedang mencari celah, mencari kesempatan untuk mewujudkannya. Seperti buaya yang tidur dengan mulut terbuka; yang siap mencelakakan mangsanya, seperti badak yang dapat menyeruduk kita 
dari arah yang tidak terduga.
Ancaman bahaya hanya menunggu mangsanya lengah. Halte pada jalur yang sempit dan berkelok; konstruksi halte; tonjolan JPO halte di jalur busway; celah antara bus dan anjungan halte; mixed traffic antara TiJe dan kendaraan kecil terutama sepeda motor; penyerobotan jalur dan lampu merah baik oleh kendaraan pribadi maupun kendaraan umum, termasuk TiJe; zebra cross di jalan yang ramai; design dan konstruksi bus; perawatan bus yang seadanya; lokasi SPBU di dekat area pemukiman dll semuanya ini adalah potensi ancaman bahaya yang sedang menunggu kesempatan.
Parahnya lagi, ancaman ini kadang tidak hanya menunggu kelengahan kita. Kita mungkin dapat berlalulintas dengan baik, dapat berhati- hati, selalu waspada, tidak lengah. Tapi teknologi yang tidak selalu error free dan kecerobohan pihak lain, tetap dapat menjadi ancaman keselamatan kita.
Pemerintah, sebagai regulator, hendaknya kembali memperhatikan segi keselamatan, terutama dalam bidang transportasi. Jangan sampai terlambat, setelah jatuh korban. Dan kita semua, masyarakat, untuk selalu memulai segala sesuatunya dengan doa. Sekali lagi, Selamat Natal 2008 dan Selamat Tahun Baru 2009 bagi yang merayakan.

Dave Chyn 
dave_chyn@yahoo.com


Tidak ada komentar:

Pengikut

Mengenai Saya

Jakarta, DKI, Indonesia
Blog ini untuk mereka yang BERPIKIR BERSIKAP BERSUARA MERDEKA
Powered By Blogger

Tim Merdeka