
KELUARNYA fatwa dari MUI adalah gebrakan pemerintah untuk menyukseskan pesta demokrasi Pemilu tahun ini. Selama ini, kami selalu menanti perubahan kehidupan yang lebih baik (bersifat lahir/materi sampai batin) dari tangan penguasa dan wakil rakyat yang terpilih melalui pemilu. Tetapi ternyata pemilu demi pemilu membuktikan bahwa setelah terpilih mereka justru membuat peraturan dan kebijakan yang tidak memihak rakyat.
Hal itu terbukti dengan bertambahnya orang miskin, pengangguran, kriminalitas, dan lain- lain. Jadi suatu hal yang wajar bila masyarakat enggan memberikan suaranya alias golput.
Apakah tidak lebih baik penguasa intropeksi diri dan mengambil hikmah dari fenomena golput ini? Yaitu tidak adanya kepercayaan masyarakat terhadap penguasa, masyarakat sudah jenuh dengan aturan kapitalis yang hanya menguntungkan para pemilik modal saja. Kami mengharapkan adanya pemimpin yang adil dan sistem yang lebih baiksebagai solusi permasalan kami.
Sipta Tristiana
anakmbarep@gmail.com

Tidak ada komentar:
Posting Komentar