Kamis, 12 Maret 2009

Pemilu dan Analogi 17 Agustusan


KEJADIAN Thailand yang selalu masih tegang dan sudah beberapakali menurunkan perdana menterinya, serta sampai saat ini masih punya bibit ketegangan, perlu dicermati sebagai sebuah fenomena pelajaran mahal bagi demokratisasi sebuah bangsa. 
Ketika para pihak yang kuat dan punya kendali terhadap massa dan keuangan termasuk politik tidak pernah bersepakat, bahwa proses penggantian kepemimpinan hanya dalam pemilu, tidak terkecuali kondisinya, maka hasilnya adalah seperti main perosotan di hiburan ketika perayaan 17 Agustusan. Siapa yang naik ditarik kakinya dari bawah atau tidak akan adanya kecukupan tumpuan sehingga mengambil hadiah tidak akan pernah kesampaian. 
Dalam analogi kepemimpinan nasional ketika seluruh elite politik yang kuatnya terus terusan main perosotan, maka ujungnya negara tidak mampu men-delivery kebutuhan masyarakatnya. Hasilnya adalah terhambatnya berbagai hal dalam kehidupan bernegara.
Contoh lainnya adalah Pakistan yang setiap hari juga semakin tidak menentu. Kematian Benazir Bhuto yang tragis meneruskan tradisi pengorbanan yang juga terjadi kepada ayahnya, almarhum Ali Bhuto dan kekacauan politik yang terus melilitnya. Ini juga dibarengi dengan berbagai kerusuhan dan kekacauan sehingga bukan lagi hanya merugikan negara dan rakyatnya sendiri, tetapi juga ikut juga merusuhi juga negara tetangganya India. 
Dalam konteks Indonesia yang tidak ada pemersatunya seperti Thailand yang punya raja dan negara tersebut yang tidak terdiri dari kepulauan dan menjadi lalu lintas perdagangan dunia, maka jika terjadi kekacauan di Indonesia dampaknya akan sangat luar biasa dan bisa menimbulkan ketegangan kawasan yang luar biasa selain membahayakan Indonesia sendiri. Oleh karenanya kestabilan Indonesia perlu dijaga dan dipertahankan. Dan, ada baiknya kita melihat bahwa ada kecenderungan rusuh pada beberapa negara yang perlu diantisipasi di sini.
 

Agus Muldya Natakusmah
www.indosolution.co.id

Tidak ada komentar:

Pengikut

Arsip Blog

Mengenai Saya

Jakarta, DKI, Indonesia
Blog ini untuk mereka yang BERPIKIR BERSIKAP BERSUARA MERDEKA
Powered By Blogger

Tim Merdeka