HARGA tanah yang melonjak tajam dari tahun ke tahun, menjadikan pihak pengembang lebih suka membangun perumahan di pinggiran Jakarta. Seperti Bekasi, Depok dan Tangerang. Selain itu, salah satu alasannya adalah makin menyempitnya lahan tidur di Jakarta. Hal ini menjadikan perumahan di kota pinggiran Jakarta menjamur.
Pemerintah pun dituntut agar mampu menyediakan perumahan murah layak huni. Namun, mengingat makin sempitnya lahan di Jakarta, pemerintah harus memiliki alternatif. Menurut saya, solusi terbaik yang dapat dilakukan pemerintah adalah memanfaatkan lahan-lahan yang dikuasai oleh BUMN, Sekertariat Negara, maupun Departemen Keuangan, sebagai tempat untuk mendirikan rumah susun murah. Namun, diimbangi dengan fasilitas memadai dan lingkungan yang nyaman, serta aman.
Saat ini masyarakat masih antipati dengan keberadaan rusun, tapi masyarakat akan belajar dengan sendirinya. Di sini peran pemerintah dalam mensosialisasikan rusun kepada masyarakat diperlukan. Pemerintah harus memiliki komitmen dalam membangun rusun layak huni. Prinsipnya pemerintah harus dapat menyediakan fasilitas yang hampir sama dengan perumahan. Rusun bisa diimbangi dengan pembangunan sarana olahraga, gedung pertemuan, serta sarana lainnya yang mendukung kenyaman para penghuninya.
Todo Panggabean, Pengamat Properti Pusat Studi Properti Indonesia (PSPI)
Minggu, 22 Maret 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Pengikut
Arsip Blog
-
▼
2009
(135)
-
▼
Maret
(44)
- Polisi yang Diharapkan Masyarakat
- Ombudsman Daerah, Upaya Mencegah Desentralisasi K...
- Promosi Layanan Internet tidak Sebanding Dengan ...
- Perhatian terhadap Jalan Rusak Minim
- Masyarakat Bisa Lakukan ‘Class Action’
- Demokratisasi ala Polantas
- Perbaiki Pelayanan
- Pembuatan KTP Memang Gratis
- Jakarta Butuh Rumah Susun
- Penampungan Air Bersih Diperlukan
- Masalah Bagasi Pesawat Udara
- Hak dan Kewajiban Konsumen
- BPSK Bantu Penyelesaian Pengaduan
- Tangkap Pemalsu yang Merugikan Negara
- Transparansi Dana Kampanye Jaminan Pemilu Bersih
- Utamakan Keselamatan Penumpang
- Bank Harus Jalin Komunikasi
- Pemadaman Harus Transparan
- Celana Panjang atau Rok Sebatas Lutut?
- Jalur Khusus Hanya ‘Political Will’
- Pelajari Perjanjian dengan Asuransi
- Semua Pihak Harus Memelihara Halte
- Maksimalisasi Peran Videotron
- Pemilu dan Analogi 17 Agustusan
- Kumpulkan Data Sebelum Bertransaksi
- Hikmah di Balik Golput
- Jakarta Krisis Air Bersih
- Pelayanan Penerbangan Murah Lebih Rendah
- Lembaga Survei Masih Konservatif
- Kualitas Layanan Diawasi
- Siswa SMP yang Merokok
- Dibutuhkan Ketegasan Pemerintah
- BPOM Segera Bertindak
- Kepolisian Wajib Jamin Keamanan di Ruang Publik
- Asuransi Swasta Sudah Cukup Baik
- Penghuni Harus Kritis
- Air PDAM Harus Berkualitas Baik
- Kelaikan Pesawat Udara
- Wacana Penurunan Tarif
- Padat dan ‘Blank Spot’
- Jangan Takut Masuk ke Terminal
- Bank Harus Perhatikan Nasabah
- Bank Harus Perhatikan Nasabah
- Konsumen Berhak Menuntut
-
▼
Maret
(44)
Mengenai Saya
- Suara Kita Merdeka
- Jakarta, DKI, Indonesia
- Blog ini untuk mereka yang BERPIKIR BERSIKAP BERSUARA MERDEKA

Tidak ada komentar:
Posting Komentar