AIR bersih merupakan kebutuhan paling mendasar. Karenanya, keberadaan air bersih sangat diperlukan. Sayangnya, air tanah yang ada sangatlah terbatas. Belum lagi pencemaran yang ditimbulkan lingkungan. Air terkontaminasi berbagai bakteri serta kuman penyakit, karenanya air menjadi kurang sehat untuk dikonsumsi.
PDAM -- sebagai perusahaan pemasok air bersih-- belum mampu menjalankan perannya secara maksimal. Pasokan air PDAM untuk wilayah Jakarta dan sekitarnya, diambil dari tiga sungai di Jakarta, serta waduk Jatiluhur sebagai penyeimbangnya. Kemudian disterilkan dan dialirkan ke pipa-pipa yang diarahkan ke rumah atau kantor para pelanggan. Karenanya, pasokan air bersih seharusnya aman untuk jangka waktu 10 tahun kedepan.
Namun, proses yang berlangsung seringkali mengalami berbagai kendala, seperti pipa bocor, banyak pipa yang dibobol, sehingga pasokan air untuk rumah tangga tersendat, debit air yang sampai kepada pelanggan cenderung kecil, serta segudang masalah yang kerap dikeluhkan masyarakat.
Peran masyarakat dalam melestarikan air bersih juga diperlukan. Masyarakat dituntut untuk bisa lebih menghemat air, karena kesadaran masyarakat untuk memakai air seperlunya sangat membantu pelestarian air bersih. Hal ini sangatlah penting, soalnya pasokan air yang didapatkan PDAM Jaya dari ditanggul-tanggul penampung air seperti Sungai Cisadane di Bogor, Sungai Citarum di Bandung dan Waduk Jatihulur di Purwakarta. Jangan sampai benteng terakhir air bersih itu hilang atau kering, karena bila itu terjadi masayarakat pula yang dirugikan. Patut diketahui, penggunaan air tanah di Indonesia saat ini sangatsporadis, air diambil secara cepat namun lambat dalam mengisi.
Seharusnya Indonesia sebagai negara tropis, dengan curah hujan yang cukup banyak memiliki cadangan air tanah yang banyak. Dengan melimpahnya sumber air, semestinya pemerintah tak memiliki kesulitan dalam cadangan air bersih. Sayangnya, pemerintah kurang baik dalam hal mengelola dan menyimpan. Bila hal ini tidak diperhatikan secara serius, bukan tak mungkin negara tropis ini akan kekurangan air bersih.
Sutardi Kepala Subdit Sumber Daya Air, Depkimpraswil
Minggu, 22 Maret 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Pengikut
Arsip Blog
-
▼
2009
(135)
-
▼
Maret
(44)
- Polisi yang Diharapkan Masyarakat
- Ombudsman Daerah, Upaya Mencegah Desentralisasi K...
- Promosi Layanan Internet tidak Sebanding Dengan ...
- Perhatian terhadap Jalan Rusak Minim
- Masyarakat Bisa Lakukan ‘Class Action’
- Demokratisasi ala Polantas
- Perbaiki Pelayanan
- Pembuatan KTP Memang Gratis
- Jakarta Butuh Rumah Susun
- Penampungan Air Bersih Diperlukan
- Masalah Bagasi Pesawat Udara
- Hak dan Kewajiban Konsumen
- BPSK Bantu Penyelesaian Pengaduan
- Tangkap Pemalsu yang Merugikan Negara
- Transparansi Dana Kampanye Jaminan Pemilu Bersih
- Utamakan Keselamatan Penumpang
- Bank Harus Jalin Komunikasi
- Pemadaman Harus Transparan
- Celana Panjang atau Rok Sebatas Lutut?
- Jalur Khusus Hanya ‘Political Will’
- Pelajari Perjanjian dengan Asuransi
- Semua Pihak Harus Memelihara Halte
- Maksimalisasi Peran Videotron
- Pemilu dan Analogi 17 Agustusan
- Kumpulkan Data Sebelum Bertransaksi
- Hikmah di Balik Golput
- Jakarta Krisis Air Bersih
- Pelayanan Penerbangan Murah Lebih Rendah
- Lembaga Survei Masih Konservatif
- Kualitas Layanan Diawasi
- Siswa SMP yang Merokok
- Dibutuhkan Ketegasan Pemerintah
- BPOM Segera Bertindak
- Kepolisian Wajib Jamin Keamanan di Ruang Publik
- Asuransi Swasta Sudah Cukup Baik
- Penghuni Harus Kritis
- Air PDAM Harus Berkualitas Baik
- Kelaikan Pesawat Udara
- Wacana Penurunan Tarif
- Padat dan ‘Blank Spot’
- Jangan Takut Masuk ke Terminal
- Bank Harus Perhatikan Nasabah
- Bank Harus Perhatikan Nasabah
- Konsumen Berhak Menuntut
-
▼
Maret
(44)
Mengenai Saya
- Suara Kita Merdeka
- Jakarta, DKI, Indonesia
- Blog ini untuk mereka yang BERPIKIR BERSIKAP BERSUARA MERDEKA

Tidak ada komentar:
Posting Komentar