MENANGGAPI wacana yang disampaikan oleh Kasubdit Dikyasa Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP Chrisnanda mengenai penerapan electronic enforcement (Merdeka 13/12/2008 – red), menurut saya gagasan yang kurang realistis dan belum cocok untuk diterapkan di Jakarta. Dan tidak ada manfaatnya bila menerapkan gagasan baru itu.
Saya juga tak melihat bagaimana bentuk gagasan itu akan diterapkan apakah memakai kamera atau seperti apa? Apalagi saat ini kepolisian juga selalu berpendapat kalau anggaran yang tersedia masih kurang untuk memperbaiki kerja. Penerapan sebuah gagasan tentu butuh dana yang tidak sedikit. Maka dari itu, menurut saya, lebih baik kepolisian mengoptimalkan apa yang sudah ada.
Permasalahan lalu lintas di Jakarta memang tidak hanya urusan polisi saja. Tapi membutuhkan kerja sama berbagai instansi. Pertama, pemerintah pusat bisa membuat kebijakan bagaimana mengurangi jumlah kendaraan yang ada sekarang. Jumlah kendaraan yang di Jakarta sudah melebihi kapasitas jalan. Kedua, sejauh mana kinerja dan moral petugas polisi di lapangan dibenahi. Ketiga, bagaimana Departemen Perhubangan memperbaiki rambu-rambu lalu lintas, karena di Jakarata ini, dari penglihatan saya, banyak yang rusak. Keempat, mengerahkan Dinas Pekerjaan Umum untuk memperbaiki infrastruktur jalan raya yang banyak rusak.
Saya kira keempat instansi tersebut dapat terus bersinergi untuk memecahkan permasalahan lalu lintas di Jakarta karena polisi saja tak mungkin mengatasi.
Neta S Pane, Ketua Presidium Indonesia Police Watch
Minggu, 15 Februari 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Pengikut
Arsip Blog
-
▼
2009
(135)
-
▼
Februari
(55)
- Mintalah Kepastian Pengembang
- Air Tanah Jakarta Tercemar
- Maskapai yang Baik Memiliki ‘Awareness’
- Tarif dan Pemantauan Kualitas Layanan
- BRTI Mengawasi Penentuan Tarif Selular
- Masyarakat harus Berani Mengkritik
- Jika Kecewa, Beritahu Bank Terlebih Dulu
- Perlakukan Konsumen Lebih Manusiawi
- Tak Usah Bingung Soal Puyer
- Pelayanan Masih Terbatas
- Konsumen Tidak Dirugikan
- Konsumen Berhak Memilih
- Seharusnya Pemerintah Mengantisipasi
- Pengembang Harus Bertanggung Jawab
- Selesaikan Dulu Kewajiban
- Penerbangan Indonesia Mulai Membaik
- Hak Konsumen Lebih Diutamakan
- Konsumen Berhak Menerima Informasi Jujur
- Keluhan Cermin Manajemen Buruk
- Pelanggan Beri Peluang Terjadinya Pungli
- Keluhan Cermin Manajemen Buruk
- Pelanggan Beri Peluang Terjadinya Pungli
- Banyak Pelanggaran Klausula Baku
- Gagasan yang tak Realistis
- Masyarakat Butuh Asuransi Jiwa
- Sulit Memperbanyak Taman Kota
- Fasilitas di Lahan Sisa
- Masyarakat Diminta Selektif
- Pelanggan Berhak Meminta Bantuan
- Jangan Sungkan Bertanya
- Maskapai Tetap Penentu Tarif
- Lebih Transparan dan Tingkatkan Mutu Layanan
- Masyarakat Berhak Menuntut
- Perlu Pembatasan Jumlah Kendaraan
- Transparansi Informasi Diutamakan
- Segera Bentuk Badan Penyelamatan Kelistrikan
- Kerja Sama Semua Pihak Harus Jalan
- Transparansi Informasi Diutamakan
- Segera Bentuk Badan Penyelamatan Kelistrikan
- Kerja Sama Semua Pihak Harus Jalan
- Penerapan Undang-Undang Belum Optimal
- Wujud Jemput Bola Kepolisian
- Selain Menabung, Jadilah Nasabah Asuransi
- Pemkot Harus Libatkan Masyarakat
- Setiap Bangunan Harus Memiliki IMB
- Pemkot Khianati Masyarakat
- Laporkan dan Adukan Petugas Nakal
- Keluhan Jangan Membudaya
- Kelemahan Umum CDMA
- Konsumen Berhak Menggugat
- Pengembang Bisa Lepas Tangan
- Perlu Kebijakan Baru
- Optimalkan Sarana Transportasi
- Perlu Kebijakan Lain
- Keputusan Ada Pada Konsumen
-
▼
Februari
(55)
Mengenai Saya
- Suara Kita Merdeka
- Jakarta, DKI, Indonesia
- Blog ini untuk mereka yang BERPIKIR BERSIKAP BERSUARA MERDEKA

Tidak ada komentar:
Posting Komentar