Minggu, 15 Februari 2009

Gagasan yang tak Realistis

MENANGGAPI wacana yang disampaikan oleh Kasubdit Dikyasa Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP Chrisnanda mengenai penerapan electronic enforcement (Merdeka 13/12/2008 – red), menurut saya gagasan yang kurang realistis dan belum cocok untuk diterapkan di Jakarta. Dan tidak ada manfaatnya bila menerapkan gagasan baru itu.
Saya juga tak melihat bagaimana bentuk gagasan itu akan diterapkan apakah memakai kamera atau seperti apa? Apalagi saat ini kepolisian juga selalu berpendapat kalau anggaran yang tersedia masih kurang untuk memperbaiki kerja. Penerapan sebuah gagasan tentu butuh dana yang tidak sedikit. Maka dari itu, menurut saya, lebih baik kepolisian mengoptimalkan apa yang sudah ada. 
Permasalahan lalu lintas di Jakarta memang tidak hanya urusan polisi saja. Tapi membutuhkan kerja sama berbagai instansi. Pertama, pemerintah pusat bisa membuat kebijakan bagaimana mengurangi jumlah kendaraan yang ada sekarang. Jumlah kendaraan yang di Jakarta sudah melebihi kapasitas jalan. Kedua, sejauh mana kinerja dan moral petugas polisi di lapangan dibenahi. Ketiga, bagaimana Departemen Perhubangan memperbaiki rambu-rambu lalu lintas, karena di Jakarata ini, dari penglihatan saya, banyak yang rusak. Keempat, mengerahkan Dinas Pekerjaan Umum untuk memperbaiki infrastruktur jalan raya yang banyak rusak. 
Saya kira keempat instansi tersebut dapat terus bersinergi untuk memecahkan permasalahan lalu lintas di Jakarta karena polisi saja tak mungkin mengatasi. 

Neta S Pane, Ketua Presidium Indonesia Police Watch

Tidak ada komentar:

Pengikut

Arsip Blog

Mengenai Saya

Jakarta, DKI, Indonesia
Blog ini untuk mereka yang BERPIKIR BERSIKAP BERSUARA MERDEKA
Powered By Blogger

Tim Merdeka