BANYAK keuntungan jika Anda menjadi nasabah asuransi kesehatan. Alasannya, setiap orang pasti akan sakit, baik yang ringan mau pun yang berat. Jika kita menjadi nasabah pada asuransi kesehatan, itu berarti kita ‘sedia payung sebelum hujan’. Bersiap-siap menghadapi sakit tersebut.
Apalagi, pembayaran premi asuransi kesehatan tidak memberatkan, karena dilakukan dengan cara mencicil. Anda tinggal memilih, asuransi kesehatan mana yang dipandang cocok mengelola uang yang disetorkan berupa premi itu. Perusahaan asuransi itulah yang akan memperhitungkan segalanya, termasuk kapan klaim dibayarkan dan sebagainya.
Krisis ekonomi memang sedang berlangsung. Tapi, menjadi nasabah asuransi tetap hal yang dirasa penting. Anda punya tabungan? Patut bersyukur. Namun, Anda sebaiknya tetap menjadi nasabah asuransi. Soalnya, konsep dan pelaksanaan bank dan asuransi sangat berbeda.
Di bank, kita hanya menabung. Di asuransi, kita membayar premi dalam jangka waktu tertentu, untuk kemudian kita klaim. Klaim dibayarkan, pada saat kita mengalami risiko sakit atau bahkan meninggal dunia. Jika kita menabung, kita mendapatkan uang sebanyak yang ditabungkan, Di asuransi kita memperoleh pembayaran klaim sebesar yang ditentukan pada perjanjian awal, walaupun jumlah uang yang disetorkan jauh di bawah klaim. Jika terjadi risiko, jumlah yang disepakati akan tetap dibayarkan kendati kita baru menyetor Rp500 ribu atau bahkan Rp100 ribu.
Ryana Mustamin, Kepala Departemen Komunikasi Asuransi Bumi Putera
Kamis, 05 Februari 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Pengikut
Arsip Blog
-
▼
2009
(135)
-
▼
Februari
(55)
- Mintalah Kepastian Pengembang
- Air Tanah Jakarta Tercemar
- Maskapai yang Baik Memiliki ‘Awareness’
- Tarif dan Pemantauan Kualitas Layanan
- BRTI Mengawasi Penentuan Tarif Selular
- Masyarakat harus Berani Mengkritik
- Jika Kecewa, Beritahu Bank Terlebih Dulu
- Perlakukan Konsumen Lebih Manusiawi
- Tak Usah Bingung Soal Puyer
- Pelayanan Masih Terbatas
- Konsumen Tidak Dirugikan
- Konsumen Berhak Memilih
- Seharusnya Pemerintah Mengantisipasi
- Pengembang Harus Bertanggung Jawab
- Selesaikan Dulu Kewajiban
- Penerbangan Indonesia Mulai Membaik
- Hak Konsumen Lebih Diutamakan
- Konsumen Berhak Menerima Informasi Jujur
- Keluhan Cermin Manajemen Buruk
- Pelanggan Beri Peluang Terjadinya Pungli
- Keluhan Cermin Manajemen Buruk
- Pelanggan Beri Peluang Terjadinya Pungli
- Banyak Pelanggaran Klausula Baku
- Gagasan yang tak Realistis
- Masyarakat Butuh Asuransi Jiwa
- Sulit Memperbanyak Taman Kota
- Fasilitas di Lahan Sisa
- Masyarakat Diminta Selektif
- Pelanggan Berhak Meminta Bantuan
- Jangan Sungkan Bertanya
- Maskapai Tetap Penentu Tarif
- Lebih Transparan dan Tingkatkan Mutu Layanan
- Masyarakat Berhak Menuntut
- Perlu Pembatasan Jumlah Kendaraan
- Transparansi Informasi Diutamakan
- Segera Bentuk Badan Penyelamatan Kelistrikan
- Kerja Sama Semua Pihak Harus Jalan
- Transparansi Informasi Diutamakan
- Segera Bentuk Badan Penyelamatan Kelistrikan
- Kerja Sama Semua Pihak Harus Jalan
- Penerapan Undang-Undang Belum Optimal
- Wujud Jemput Bola Kepolisian
- Selain Menabung, Jadilah Nasabah Asuransi
- Pemkot Harus Libatkan Masyarakat
- Setiap Bangunan Harus Memiliki IMB
- Pemkot Khianati Masyarakat
- Laporkan dan Adukan Petugas Nakal
- Keluhan Jangan Membudaya
- Kelemahan Umum CDMA
- Konsumen Berhak Menggugat
- Pengembang Bisa Lepas Tangan
- Perlu Kebijakan Baru
- Optimalkan Sarana Transportasi
- Perlu Kebijakan Lain
- Keputusan Ada Pada Konsumen
-
▼
Februari
(55)
Mengenai Saya
- Suara Kita Merdeka
- Jakarta, DKI, Indonesia
- Blog ini untuk mereka yang BERPIKIR BERSIKAP BERSUARA MERDEKA

Tidak ada komentar:
Posting Komentar