Rabu, 11 Februari 2009

Perlu Pembatasan Jumlah Kendaraan

SEMAKIN banyak jumlah kendaraan yang tidak diimbangi dengan sarana prasarana, akan menjadi bom waktu. Permasalahan itu sewaktu-waktu akan menjadi parah. Kalau saja tidak secepatnya dicarikan solusi alterrnatifnya akan menimbulkan masalah yang berdampak negatif terhadap masyarakat pengguna jalan.
Faktanya memang, kian hari jumlah kendaraan kian bertambah. Namun penambahan jumlah kendaraan itu tidak diimbangi dengan fasilitas yang ada. Belum lagi banyak rambu yang tidak sinkron, antara satu dengan yang lainnya. Juga tata ruang kota yang kurang baik, misalnya saja jalan yang belum diperlebar tetapi sudah dibuat jalan busway atau khusus angkot, dan kurang sadarnya masyarakat terhadap pemakaian jalan raya yang digunakan sebagai tempat berjualan, dan tidak tertibnya terhadap peraturan yang telah ditetapkan. Misalnya saja banyak pengguna jalan yang tidak mematuhi rambu lalu lintas, banyak pedagang-pedagang asongan atau kaki lima yang menggunakan jalan raya sebagai tempat berjualan. 
Dalam hal ini, perlu adanya penataan ulang kembali, baik itu tata ruang kota, infrastruktur, dan yang paling penting pembatasan jumlah kendaraan yang laik jalan. Seharusnya, ada ketegasan dari pengujian emisi kendaraan. Apabila kendaraan tersebut sudah tak layak lagi untuk beroperasi maka berikan ketegasan atau sejenis pelarangan pemakaian. Seperti kita ketahui, masih banyak mobil yang sudah tidak layak jalan. masih saja beroperasi di jalanan. 

Hartoto Bintara Patroli Lalulintas Polres Metro Depok

Tidak ada komentar:

Pengikut

Arsip Blog

Mengenai Saya

Jakarta, DKI, Indonesia
Blog ini untuk mereka yang BERPIKIR BERSIKAP BERSUARA MERDEKA
Powered By Blogger

Tim Merdeka