SEMAKIN banyak jumlah kendaraan yang tidak diimbangi dengan sarana prasarana, akan menjadi bom waktu. Permasalahan itu sewaktu-waktu akan menjadi parah. Kalau saja tidak secepatnya dicarikan solusi alterrnatifnya akan menimbulkan masalah yang berdampak negatif terhadap masyarakat pengguna jalan.
Faktanya memang, kian hari jumlah kendaraan kian bertambah. Namun penambahan jumlah kendaraan itu tidak diimbangi dengan fasilitas yang ada. Belum lagi banyak rambu yang tidak sinkron, antara satu dengan yang lainnya. Juga tata ruang kota yang kurang baik, misalnya saja jalan yang belum diperlebar tetapi sudah dibuat jalan busway atau khusus angkot, dan kurang sadarnya masyarakat terhadap pemakaian jalan raya yang digunakan sebagai tempat berjualan, dan tidak tertibnya terhadap peraturan yang telah ditetapkan. Misalnya saja banyak pengguna jalan yang tidak mematuhi rambu lalu lintas, banyak pedagang-pedagang asongan atau kaki lima yang menggunakan jalan raya sebagai tempat berjualan.
Dalam hal ini, perlu adanya penataan ulang kembali, baik itu tata ruang kota, infrastruktur, dan yang paling penting pembatasan jumlah kendaraan yang laik jalan. Seharusnya, ada ketegasan dari pengujian emisi kendaraan. Apabila kendaraan tersebut sudah tak layak lagi untuk beroperasi maka berikan ketegasan atau sejenis pelarangan pemakaian. Seperti kita ketahui, masih banyak mobil yang sudah tidak layak jalan. masih saja beroperasi di jalanan.
Hartoto Bintara Patroli Lalulintas Polres Metro Depok
Rabu, 11 Februari 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Pengikut
Arsip Blog
-
▼
2009
(135)
-
▼
Februari
(55)
- Mintalah Kepastian Pengembang
- Air Tanah Jakarta Tercemar
- Maskapai yang Baik Memiliki ‘Awareness’
- Tarif dan Pemantauan Kualitas Layanan
- BRTI Mengawasi Penentuan Tarif Selular
- Masyarakat harus Berani Mengkritik
- Jika Kecewa, Beritahu Bank Terlebih Dulu
- Perlakukan Konsumen Lebih Manusiawi
- Tak Usah Bingung Soal Puyer
- Pelayanan Masih Terbatas
- Konsumen Tidak Dirugikan
- Konsumen Berhak Memilih
- Seharusnya Pemerintah Mengantisipasi
- Pengembang Harus Bertanggung Jawab
- Selesaikan Dulu Kewajiban
- Penerbangan Indonesia Mulai Membaik
- Hak Konsumen Lebih Diutamakan
- Konsumen Berhak Menerima Informasi Jujur
- Keluhan Cermin Manajemen Buruk
- Pelanggan Beri Peluang Terjadinya Pungli
- Keluhan Cermin Manajemen Buruk
- Pelanggan Beri Peluang Terjadinya Pungli
- Banyak Pelanggaran Klausula Baku
- Gagasan yang tak Realistis
- Masyarakat Butuh Asuransi Jiwa
- Sulit Memperbanyak Taman Kota
- Fasilitas di Lahan Sisa
- Masyarakat Diminta Selektif
- Pelanggan Berhak Meminta Bantuan
- Jangan Sungkan Bertanya
- Maskapai Tetap Penentu Tarif
- Lebih Transparan dan Tingkatkan Mutu Layanan
- Masyarakat Berhak Menuntut
- Perlu Pembatasan Jumlah Kendaraan
- Transparansi Informasi Diutamakan
- Segera Bentuk Badan Penyelamatan Kelistrikan
- Kerja Sama Semua Pihak Harus Jalan
- Transparansi Informasi Diutamakan
- Segera Bentuk Badan Penyelamatan Kelistrikan
- Kerja Sama Semua Pihak Harus Jalan
- Penerapan Undang-Undang Belum Optimal
- Wujud Jemput Bola Kepolisian
- Selain Menabung, Jadilah Nasabah Asuransi
- Pemkot Harus Libatkan Masyarakat
- Setiap Bangunan Harus Memiliki IMB
- Pemkot Khianati Masyarakat
- Laporkan dan Adukan Petugas Nakal
- Keluhan Jangan Membudaya
- Kelemahan Umum CDMA
- Konsumen Berhak Menggugat
- Pengembang Bisa Lepas Tangan
- Perlu Kebijakan Baru
- Optimalkan Sarana Transportasi
- Perlu Kebijakan Lain
- Keputusan Ada Pada Konsumen
-
▼
Februari
(55)
Mengenai Saya
- Suara Kita Merdeka
- Jakarta, DKI, Indonesia
- Blog ini untuk mereka yang BERPIKIR BERSIKAP BERSUARA MERDEKA

Tidak ada komentar:
Posting Komentar