KURANG transparannya pihak pengembang menjadi problem tersendiri dalam hal jual-beli perumahan. Pembeli sebaiknya lebih selektif saat membeli rumah. Lihat dan teliti dahulu fasilitas apa saja yang pihak pengembang tawarkan. Jangan tergiur dengan promosi.
Masalah fasilitas umum (fasum) dan fasilitas sosial (fasos), ada baiknya pengembang memberikan fasilitas tersebut kepada penghuni. Karena, memang sudah merupakan kewajiban. Dalam pembangunan dan pemeliharaannya pun, semuanya merupakan tanggung jawab pengembang, sedangkan penghuni hanya tinggal merasakan manfaatnya saja. Dalam masa promosi, pihak pengembang sebaiknya jangan melakukan kobohongan yang merugikan penghuni perumahan.
Selain selektif, masyarakat yang akan membeli rumah juga harus bersikap kritis, antara lain menanyakan hal-hal yang berkaitan dengan fasilitas yang diterima. Tanyakan pula surat-surat bangunan, seperti Akta Kepemilikikan Bangunan (AKB).
Calon pembeli jangan tergoda dengan bujuk rayu petugas marketing perumahan, karena itu bentuk bualan mereka semata. Kalau pembeli merasa dirugikan, bisa melaporkan kepada pihak yang berwenang. Atau pembeli dapat melakukan gugatan ke meja hijau untuk meminta pertanggungjawaban, baik secara perdata maupun pidana.
Sudaryatmo, Divisi Hukum dan Pengaduan Konsumen YLKI
Minggu, 15 Februari 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Pengikut
Arsip Blog
-
▼
2009
(135)
-
▼
Februari
(55)
- Mintalah Kepastian Pengembang
- Air Tanah Jakarta Tercemar
- Maskapai yang Baik Memiliki ‘Awareness’
- Tarif dan Pemantauan Kualitas Layanan
- BRTI Mengawasi Penentuan Tarif Selular
- Masyarakat harus Berani Mengkritik
- Jika Kecewa, Beritahu Bank Terlebih Dulu
- Perlakukan Konsumen Lebih Manusiawi
- Tak Usah Bingung Soal Puyer
- Pelayanan Masih Terbatas
- Konsumen Tidak Dirugikan
- Konsumen Berhak Memilih
- Seharusnya Pemerintah Mengantisipasi
- Pengembang Harus Bertanggung Jawab
- Selesaikan Dulu Kewajiban
- Penerbangan Indonesia Mulai Membaik
- Hak Konsumen Lebih Diutamakan
- Konsumen Berhak Menerima Informasi Jujur
- Keluhan Cermin Manajemen Buruk
- Pelanggan Beri Peluang Terjadinya Pungli
- Keluhan Cermin Manajemen Buruk
- Pelanggan Beri Peluang Terjadinya Pungli
- Banyak Pelanggaran Klausula Baku
- Gagasan yang tak Realistis
- Masyarakat Butuh Asuransi Jiwa
- Sulit Memperbanyak Taman Kota
- Fasilitas di Lahan Sisa
- Masyarakat Diminta Selektif
- Pelanggan Berhak Meminta Bantuan
- Jangan Sungkan Bertanya
- Maskapai Tetap Penentu Tarif
- Lebih Transparan dan Tingkatkan Mutu Layanan
- Masyarakat Berhak Menuntut
- Perlu Pembatasan Jumlah Kendaraan
- Transparansi Informasi Diutamakan
- Segera Bentuk Badan Penyelamatan Kelistrikan
- Kerja Sama Semua Pihak Harus Jalan
- Transparansi Informasi Diutamakan
- Segera Bentuk Badan Penyelamatan Kelistrikan
- Kerja Sama Semua Pihak Harus Jalan
- Penerapan Undang-Undang Belum Optimal
- Wujud Jemput Bola Kepolisian
- Selain Menabung, Jadilah Nasabah Asuransi
- Pemkot Harus Libatkan Masyarakat
- Setiap Bangunan Harus Memiliki IMB
- Pemkot Khianati Masyarakat
- Laporkan dan Adukan Petugas Nakal
- Keluhan Jangan Membudaya
- Kelemahan Umum CDMA
- Konsumen Berhak Menggugat
- Pengembang Bisa Lepas Tangan
- Perlu Kebijakan Baru
- Optimalkan Sarana Transportasi
- Perlu Kebijakan Lain
- Keputusan Ada Pada Konsumen
-
▼
Februari
(55)
Mengenai Saya
- Suara Kita Merdeka
- Jakarta, DKI, Indonesia
- Blog ini untuk mereka yang BERPIKIR BERSIKAP BERSUARA MERDEKA

Tidak ada komentar:
Posting Komentar