SAAT ini kondisi dunia penerbangan nasional bisa dikatakan cukup kondusif dan berada pada track yang benar. Terlihat ada pertumbuhan jumlah airline.
Beberapa airline sudah semakin memperlihatkan peningkatan bisnisnya. Ini terlihat dari beberapa maskapai yang sudah mengganti armadanya dengan armada yang baru. Bahkan sebagian airline sudah melakukan ekspansi atau bergerak ke arah regional.
Menyangkut masalah safety, saat ini bisa dikatakan standar keselamatan sudah membaik, dan hal ini bukanlah usaha sekejap tetapi merupakan perang tanpa henti, untuk terus menurunkan risiko kecelakaan melalui cara-cara inovatif di samping SOP yg ada. Ketaatan airline terhadap regulasi juga terlihat semakin baik.
Namun, pelayanan memang masih perlu ditingkatkan, lewat pengaturan operasi yang lebih ketat oleh airliner untuk meningkatkan ketepatan waktu (punctuality). Beberapa bandara perlu ekspansi kapasitas, karena mulai terlalu padat.
Hal lain yang juga urgent adalah perihal sanksi Eropa. Perlu diingat bahwa beberapa waktu yang lalu Eropa melakukan pelarangan terhadap seluruh airline Indonesia.
Terakhir, tampaknya permintaan Eropa tentang standar keselamatan (dan keamanan) sudah diikuti oleh indonesia. Dan, permintaan Eropa ini pada dasarnya wajar saja apalagi beberapa waktu sebelumnya berbagai masalah penerbangan domestik kerap terjadi.
Jangan berpikir anti-Indonesia, kita harus berprasangka baik dan positif. Untuk mencabut sanksi memang perlu ada pertemuan resmi negara Eropa, dan mestinya tinggal menunggu waktu. Airline Indonesia juga tampaknya sudah siap untuk terbang ke Eropa. Tetapi, saat ini mungkin sedang dikaji lebih cermat lagi karena adanya penurunan permintaan, sebagai akibat krisis global.
Harun Alrasyid Lubis, Transportation Research Group - ITB
Minggu, 22 Februari 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Pengikut
Arsip Blog
-
▼
2009
(135)
-
▼
Februari
(55)
- Mintalah Kepastian Pengembang
- Air Tanah Jakarta Tercemar
- Maskapai yang Baik Memiliki ‘Awareness’
- Tarif dan Pemantauan Kualitas Layanan
- BRTI Mengawasi Penentuan Tarif Selular
- Masyarakat harus Berani Mengkritik
- Jika Kecewa, Beritahu Bank Terlebih Dulu
- Perlakukan Konsumen Lebih Manusiawi
- Tak Usah Bingung Soal Puyer
- Pelayanan Masih Terbatas
- Konsumen Tidak Dirugikan
- Konsumen Berhak Memilih
- Seharusnya Pemerintah Mengantisipasi
- Pengembang Harus Bertanggung Jawab
- Selesaikan Dulu Kewajiban
- Penerbangan Indonesia Mulai Membaik
- Hak Konsumen Lebih Diutamakan
- Konsumen Berhak Menerima Informasi Jujur
- Keluhan Cermin Manajemen Buruk
- Pelanggan Beri Peluang Terjadinya Pungli
- Keluhan Cermin Manajemen Buruk
- Pelanggan Beri Peluang Terjadinya Pungli
- Banyak Pelanggaran Klausula Baku
- Gagasan yang tak Realistis
- Masyarakat Butuh Asuransi Jiwa
- Sulit Memperbanyak Taman Kota
- Fasilitas di Lahan Sisa
- Masyarakat Diminta Selektif
- Pelanggan Berhak Meminta Bantuan
- Jangan Sungkan Bertanya
- Maskapai Tetap Penentu Tarif
- Lebih Transparan dan Tingkatkan Mutu Layanan
- Masyarakat Berhak Menuntut
- Perlu Pembatasan Jumlah Kendaraan
- Transparansi Informasi Diutamakan
- Segera Bentuk Badan Penyelamatan Kelistrikan
- Kerja Sama Semua Pihak Harus Jalan
- Transparansi Informasi Diutamakan
- Segera Bentuk Badan Penyelamatan Kelistrikan
- Kerja Sama Semua Pihak Harus Jalan
- Penerapan Undang-Undang Belum Optimal
- Wujud Jemput Bola Kepolisian
- Selain Menabung, Jadilah Nasabah Asuransi
- Pemkot Harus Libatkan Masyarakat
- Setiap Bangunan Harus Memiliki IMB
- Pemkot Khianati Masyarakat
- Laporkan dan Adukan Petugas Nakal
- Keluhan Jangan Membudaya
- Kelemahan Umum CDMA
- Konsumen Berhak Menggugat
- Pengembang Bisa Lepas Tangan
- Perlu Kebijakan Baru
- Optimalkan Sarana Transportasi
- Perlu Kebijakan Lain
- Keputusan Ada Pada Konsumen
-
▼
Februari
(55)
Mengenai Saya
- Suara Kita Merdeka
- Jakarta, DKI, Indonesia
- Blog ini untuk mereka yang BERPIKIR BERSIKAP BERSUARA MERDEKA

Tidak ada komentar:
Posting Komentar