KELUHAN nasabah atas pelayanan dan fasilitas yang diberikan pihak perbankan, bukan sebuah persoalan yang baru. Bahkan, boleh dikatakan itu merupakan persoalan klasik. Keluhan nasabah merupakan cermin dari manajemen perbankan itu sendiri yang buruk.. Seandainya manajemen bank bagus, maka keluhan nasabah paling tidak berkurang dari waktu ke waktu, bukannya terus bertambah.
Maka dari itu, pihak bank harus cepat menanggapi keluhan nasabahnya. Jika tidak, berarti bank tersebut tidak care terhadap nasabahnya sendiri. Ini berakibat pada nilai kepercayaan nasabah yang lambat laun menjadi hilang. Apalagi sekarang nasabah memiliki banyak pilihan, bank mana yang akan dimanfaatkan jasanya.
Sebenarnya, di perbankan, sudah ada fasilitas penunjang pengaduan keluhan seperti customer service, serta buku keluhan yang tersedia di kantor bank yang bersangkutan. Maka dari itu, nasabah harus benar-benar memanfaatkan fasilitas penunjang keluhan. Jika ada masalah, nasabah jangan hanya diam.
Persolan jumlah ATM di beberapa daerah tertentu, merupakan faktor kebijakan dari internal bank itu sendiri. Tidak ada aturan dari pemerintah tentang jumlah ATM setiap daerah. Dalam pengadaan ATM itu berkaitan dengan jumlah dana yang dimiliki bank yang bersangkutan, karena dalam pengadaan ATM bank mengeluarkan dana cukup besar. Jadi bisa dilihat jika jumlahnya sedikit, berarti jumlah dana terbatas.
Seperti yang kita ketahui, ATM merupakan kebutuhan penting buat nasabah. Karena dengan adanya ATM, proses transaksi bisa dilakukan sendiri kapan saja dan cepat. Maka dari itu saran saya, jika jumlah ATM di beberapa daerah masih sangat minim, maka pihak bank mencari jalan alternatif, bagaimana caranya supaya jumlah ATM bisa ditambah dan memenuhi kebutuhan nasabah.
Jangan sampai ATM banyak tetapi nasabah di sana jarang ada yang memanfaatkan. Itu sama dengan menyia-nyiakan dana dan fasilitas. Lebih baik, ketika akan melakukan pengadaan ATM, terlebih dahulu dikaji berdasarkan jumlah pengguna.
Riyanto Pengamat Perbankan
Selasa, 17 Februari 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Pengikut
Arsip Blog
-
▼
2009
(135)
-
▼
Februari
(55)
- Mintalah Kepastian Pengembang
- Air Tanah Jakarta Tercemar
- Maskapai yang Baik Memiliki ‘Awareness’
- Tarif dan Pemantauan Kualitas Layanan
- BRTI Mengawasi Penentuan Tarif Selular
- Masyarakat harus Berani Mengkritik
- Jika Kecewa, Beritahu Bank Terlebih Dulu
- Perlakukan Konsumen Lebih Manusiawi
- Tak Usah Bingung Soal Puyer
- Pelayanan Masih Terbatas
- Konsumen Tidak Dirugikan
- Konsumen Berhak Memilih
- Seharusnya Pemerintah Mengantisipasi
- Pengembang Harus Bertanggung Jawab
- Selesaikan Dulu Kewajiban
- Penerbangan Indonesia Mulai Membaik
- Hak Konsumen Lebih Diutamakan
- Konsumen Berhak Menerima Informasi Jujur
- Keluhan Cermin Manajemen Buruk
- Pelanggan Beri Peluang Terjadinya Pungli
- Keluhan Cermin Manajemen Buruk
- Pelanggan Beri Peluang Terjadinya Pungli
- Banyak Pelanggaran Klausula Baku
- Gagasan yang tak Realistis
- Masyarakat Butuh Asuransi Jiwa
- Sulit Memperbanyak Taman Kota
- Fasilitas di Lahan Sisa
- Masyarakat Diminta Selektif
- Pelanggan Berhak Meminta Bantuan
- Jangan Sungkan Bertanya
- Maskapai Tetap Penentu Tarif
- Lebih Transparan dan Tingkatkan Mutu Layanan
- Masyarakat Berhak Menuntut
- Perlu Pembatasan Jumlah Kendaraan
- Transparansi Informasi Diutamakan
- Segera Bentuk Badan Penyelamatan Kelistrikan
- Kerja Sama Semua Pihak Harus Jalan
- Transparansi Informasi Diutamakan
- Segera Bentuk Badan Penyelamatan Kelistrikan
- Kerja Sama Semua Pihak Harus Jalan
- Penerapan Undang-Undang Belum Optimal
- Wujud Jemput Bola Kepolisian
- Selain Menabung, Jadilah Nasabah Asuransi
- Pemkot Harus Libatkan Masyarakat
- Setiap Bangunan Harus Memiliki IMB
- Pemkot Khianati Masyarakat
- Laporkan dan Adukan Petugas Nakal
- Keluhan Jangan Membudaya
- Kelemahan Umum CDMA
- Konsumen Berhak Menggugat
- Pengembang Bisa Lepas Tangan
- Perlu Kebijakan Baru
- Optimalkan Sarana Transportasi
- Perlu Kebijakan Lain
- Keputusan Ada Pada Konsumen
-
▼
Februari
(55)
Mengenai Saya
- Suara Kita Merdeka
- Jakarta, DKI, Indonesia
- Blog ini untuk mereka yang BERPIKIR BERSIKAP BERSUARA MERDEKA

Tidak ada komentar:
Posting Komentar